Sunday, November 5, 2017

standar keselamatan pasien




Judul : Duuhh.. Insiden Keselamatan Pasien di RSku Cukup Tinggi!!!
Skenario
                Pada bulan Agustus 2016 tim KPRS RS Cepat Sehat melakukan rekapitulasi insiden keselamatan pasien. Data menunjukkan bahwa telah terjadi insiden keselamatan pasien yang cukup tinggi. Insiden keselamatan pasien banyak disebabkan pada sasaran dalam menjaga kewaspadaan obat-obat high alert/LASA/NORUM dan pelaksanaan komunikasi efektif melalui teknik SBAR dan TBAK yang dilakukan oleh perawat. Selain itu juga disebabkan oleh banyaknya pasien beresiko yang tidak terpasang gelang identitas. RS Cepat Sehat melalui Tim patient safety sedang melakukan upaya besar dalam mengendalikan insiden keselamatan pasien ini dengan cara mengontrol pelaksanaan eanam sasaran keselamatan pasien sesuai ketetapan WHO dalam Internasional Patient Safety Goals (IPSG), Khususnya yang dilakukan oleh perawat.
Keyword
1.       pasien safety
2.       obat-obatan high alert
Masalah
upaya mengatasi insiden keselamatan pasien yang cukup tinggi
Step 1
Mencari Kata Sulit
1.       apa yang dimaksud “WHO”?
2.       apa yang dimaksud “SBAK dan TBAK”?
3.       apa yang dimaksud “NORUM”?
4.       apa yang dimaksud “LASA” ?
5.       apa yang dimaksud “IPSG” ?
6.       apa yang dimaksud “Rekapitulasi Insiden” ?
Jawaban :
1.       WHO     : oraganisasi kesehatan di dunia yang menaungi kesehatan di dunia. (iswari)
2.       SBAR dan TBAK : teknik komunikasi efektif yang dilakukan petugas kesehatan dalam menyampaikan kondisi pasien. SBAR (situation, background, assessment, rekomendation). ( ani)
3.       NORUM : NORUM singkatan dari nama, obart, rupa, ucapan dan mirip ( lylla )
4.       LASA : obat yang beresiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak diinginkan ( titin)
Look a like : kelompok obat yang mempunyai rupa mirip, sound a like : namanya mirip ( zeyyin)
5.       IPSG : standard internasional dirumah sakit yang mengutamakan keselamatan pasien.  ( lylla)
6.       Rekapitulasi insiden :data yang dibuat untuk mengetahui jumlah dari insiden safety pasien. ( kukuh)
Rangkuman dari segala insiden yang diringkas lebih sederhana , jelas dan padat. ( zeyyin )
Step 2
Mencari Masalah
1.       If you nurse what do you do to give patient safety? Kukuh
2.       Bagaiman pelaksanan komunikasi efektif dengan teknik SBAR dan TBAK?  Lylla
3.       Apa dampak yang terjadi jika insiden keselamtan pasien dalam menjaga kewaspadaan obat-obat high alert/LASA/NORUM kurang terkontrol? Asrul
4.       Apa yang menyebabkan terjadinya insiden keselamatan pada pasien? titin
5.       Apa standar keamanan pasien dirumah sakit? Tya
6.       Apa tujuan dilakukan pasien safety ? ani
7.       Apa pelaksanan 6 sasaran keselamatan pasien sesuai ketetapan WHO dalam internasional patient safety goals? dyan
8.       What type of incident? Iswari
9.       Sebutakan obat-obat yang termasuk high alert ? eva
10.   Pengertian pasien safety? Rosy
11.   Jenis kancing indentitas pada pasien berrisiko? Hanifah
12.   Bagaimana upaya untuk menurunkan resiko infeksi dirumah sakit?
13.   Upaya untuk menurunkan risiko cedera dirumah sakit?
14.   Macam-macam APD dan cara  menerapkan etika batuk ?
Step 3
Menganalisis Masalah
1.     If you nurse what do you do to give patient safety?
   Iswari : Berikan pengarahan kepada pasien, posisi pasien, pengetahuan.
  
Kesimpulan : memberi pengarahan kepada pasien, mengatur posisi pasien seaman mungkin.

2.     Bagaiman pelaksanan komunikasi efektif dengan teknik SBAR dan TBAK? 
Titin  : SBAR : komunikasi serah terima pasien adalah proses pengalihan informasi dan tanggung jawab perawat pada pasien dari satu petugas kesehatan kepetugas kesehatan lainnya
Ani :     SBAR : S : Keadaan pasien
                B : latar belakangan
 A :  pengkajian
 R: penanganan
                          TBAK: T: tulis hasil dari komunikasi SBAK
                                   BA: baca atau teliti kembali
                                   K : Konfirmasi tenanga kesehtan atau dokter yang bersangkutan



Kesimpulan :
·         SBAR adalah komunikasi efektif yang digunakan perawat untuk berkomunikasi dengan pasien maupun dengan tenaga medis lainya. SBAR adalh singkatan dari situation, bacground, assessment dan recommendation.
·         TBaK singkatan dari tulis, baca kembali dan konfirmasi ulang.

3.    Apa dampak yang terjadi jika insiden keselamtan pasien dalam menjaga kewaspadaan obat-obat high alert/LASA/NORUM kurang terkontrol?
  Kukuh : Dapat menyebabkan cedera
  Ani : Jika terjadi insiden maka dapat menyebabkan kematian, kelumpuhan atau sentinel event

Kesimpulan : jika terjadi insiden makan akan berdampak buruk buat pasien seperti cidera, kematian dan kelumpuhan.

4.     Apa yang menyebabkan terjadinya insiden keselamatan pada pasien?
   Kukuh : Kurang edukasia pasien, unsur kelalaian perawat 
 Iswari : Kurang edukasia pasien, unsur kelalaian perawat  Kurang edukasi pasien, unsur kelalaian perawat  , juga dapat disebabkan oleh kelalain pasien sendiri

Kesimpulan : insiden bisa terjadi dikarenakan kelaian perawat dan kurang edukasi pada pasien.

5.     Apa standar keamanan pasien dirumah sakit?
Rosy:
·         Hak pasien
·         Mendidik pasien dan keluarga dirumah sakit
·         Keselamatan pasien dalam kesinambungan pelayanan
·         Penggunaan metode peningkatan kinerja melalui evaluasi dan kprogram keselamtan pasien
·         Mendidik staf tentang keselamatan pasien
Kesimpulan :
·         Hak pasien
·         Mendidik pasien dan keluarga dirumah sakit
·         Keselamatan pasien dalam kesinambungan pelayanan
·         Penggunaan metode peningkatan kinerja melalui evaluasi dan kprogram keselamtan pasien
·         Mendidik staf tentang keselamatan pasien


6.     Apa tujuan dilakukan pasien safety ?
Hanifah : menurunkan kejadian yang tidak diharapkan sehingga tidak terjadi pengulangan kejadian yang  sama. Mengurangi risiko cedera dan jatuh.
Asrul : terciptanya kebudayan keselamtan pasien ( asrul)
Lylla : meningkatjkan akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien, terlaksanyanya program pencegahan

Kesimpulan : tujuan dilakukannya safety yaitu untuk mencegah hal-hal yang tidak diharapkan seperti risiko jatuh dan infeksi pada pasien.

7.    Apa pelaksanan 6 sasaran keselamatan pasien sesuai ketetapan WHO dalam internasional patient safety goals?
Menurut titin:
·         Ketepatan identitas pasien
·         Peningkatan komunikasi efektif
·         Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai ( high alert)
·         Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien oprasi
·         Pengurangan infeksi terkait, pelayanan kesehatan
·         Pengurangan resiko pasien jatuh
Kesimpulan :
·         Ketepatan identitas pasien
·         Peningkatan komunikasi efektif
·         Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai ( high alert)
·         Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien oprasi
·         Pengurangan infeksi terkait, pelayanan kesehatan
·         Pengurangan resiko pasien jatuh


8.     What type of incident?
Menurut wahyu s:
·         Kejadian sentinel : kejadian yang menyebabkan kematian
·         Kejadian tidak harapkan : kejadian yang menyebabkan cedera
·         Kejadian tidak cedera : kejadian sudah terpapar kepasien tapi tidak cedera
·         Kejadian nyaris cedera : kejadian yang belum terpapar kepasien
·         Kondisi potensian cedera : menimbulkan cedera tapi belum terjadi
Kesimpulan :
·         Kejadian sentinel : kejadian yang menyebabkan kematian
·         Kejadian tidak harapkan : kejadian yang menyebabkan cedera
·         Kejadian tidak cedera : kejadian sudah terpapar kepasien tapi tidak cedera
·         Kejadian nyaris cedera : kejadian yang belum terpapar kepasien
·         Kondisi potensian cedera : menimbulkan cedera tapi belum terjadi


9.     Sebutakan obat-obat yang termasuk high alert ?
menurut zeyyin:
·         Busulfan
·         Pendidin
·         Ketamin
Kesimpulan :
·         Busulfan
·         Pendidin
·         Ketamin


10. Pengertian pasien safety?
Eva : Suatu sistem yang membuat pasien safety menjadi lebih aman

Kesimpulan :  safety adalah tindakan yang dilakukan untuk menciptakan keamanan pada pasien agar tidak terjadi insiden.

11. Jenis gelang indentitas pada pasien berrisiko?
Dyan :       Merah : alergi
Kuning : risiko jatuh
Ungu : DNR
Abu-abu : pasien dengan pemasangan implant radioaktif
Putih : keterbatasan ekstremitas

Kesimpulan :
Merah : alergi
Kuning : risiko jatuh
Ungu : DNR
Abu-abu : pasien dengan pemasangan implant radioaktif
Putih : keterbatasan ekstremitas

12.      Bagaimana upaya untuk menurunkan resiko infeksi dirumah sakit?
Iswari : Menerapkan 6 sasaran, tapi lebih ditekankan kesasaran nomor 5.
Ani : Mencuci tangan, APD

Kesimpulan : untuk menurunkan risiko infeksi yaitu dengan menggunakan 6 sasaan, mencuci tangan dan APD.

13.   Upayauntuk menurunkan risiko cedera dirumah sakit?
Kukuh : Resiko jatuh : pengaman bad dipasang, bad dikunci, saat dikamar mandi pasien membutuhkan dampingan

Kesimpulan :untuk menurunkan risiko cedera dengan memberikan dengan memberikan keamanan untuk pasien dan memberi edukasi pasa pasien.

14.   Macam-macam APD dan cara  menerapkan etika batuk ?
Ani : Macam-macam APD: kacamata, sepatu, apron, masker, handscoon, penutup kepala Menerapkan etika batuk :

Kesimpulan : macam-macam APD yaitu kacamta, masker. Handscoon dan penutup kepala.
Step 4












Step 5
Menentukan LI
1.       Bagaiman pelaksanan komunikasi efektif dengan teknik SBAR dan TBAK? 
2.       Sebutakan obat-obat yang termasuk high alert ?
3.       Bagaimana upaya untuk menurunkan resiko infeksi dirumah sakit?
4.       Upaya untuk menurunkan risiko cidera dirumah sakit?
5.       cara  menerapkan etika batuk ?
Step 6
Belajar mandiri
Step 7

Menjawab learning issues
1.       Bagaiman pelaksanan komunikasi efektif dengan teknik SBAR dan TBAK? 
a.       Menurut iswari
METODE SBAR: Situations, Background, Assessment, Recomendation
}  Komunikasi serah terima pasien adalah proses pengalihan informasi dan tanggung jawab perawatan pasien dari satu petugas kesehatan ke petugas kesehatan lainnya, yang dapat terjadi pada kegiatan :
}  Sesama tenaga kesehatan : antar dokter, dari dokter ke tenaga kesehatan lainnya, atau antara tenaga kesehatan saat pergantian shift kerja
}  Antara unit perawatan: pasien rawat inap biasa pindah ke ICU, atau dari UGD ke ruang operasi
}  Dari ruang perawatan pasien ke departemen radiologi untuk uji diagnostic radiologi
Tabel Komunikasi dengan Metode SBAR
Situation:
dr. Ahmad, saya Ida, perawat Ruang Fresia 2, saat ini pasien dokter yaitu Ibu Lina dengan tanggal lahir 4 Oktober 1955 mengeluh sesak nafas”
Background:
“Pasien tersebut pasca operasi bedah digestif satu hari yang lalu. Riwayat penyakit jantung dan paru-paru tidak ada. Frekuensi napas 40 kali per menit dan saturasinya 70%.”
Assessment:
‘Suara nafasnya menurun di area dada kanan dengan adanya rasa nyeri”
Recommendation:
‘Saya rasa sebaiknya pasien harus ditangani segera. Apakah dokter akan datang ? Ataukan pasien perlu segera dipindahkan ke ICU ?”


Metode TbaK: Tulis, Bacakan dan Konfirmasi
}  Tulis instruksi ataupun terapi dan jam diterimanya informasi di catatan terintegrasi berkas rekam medis oleh penerima informasi
}  Bacakan kembali nama dan tanggal lahir pasien oleh petugas kesehatan penerima informasi untuk verifikasi
}  Konfirmasi ulang kebenaran nama dan tangga lahir serta instruksi ataupun terapi pasien yang dibacakan kembali oleh petugas kesehatan penerima pesan.
}  Pemberi instruksi harus segera melengkapi dokumentasi verifikasi secara tertulis di catatan terintegrasi dalam kolom cap verifikasi komunikasi efektif dalam 1 x 24 jam
Untuk kata-kata yang sulit didengar, pemberi/penerima informasi/instruksi dapat mengeja alfabet agar tidak salah penafsiran sesuai International Phonetic Aphabet
(sumber : DR. dr. Andry, M. M. (2011). Keselamatan Pasien Versi Standar Internasional IPSG    (International Patient Safety Goal). Yogyakarta.
b.      Menurut lylla
Metode TbaK: Tulis, Bacakan dan Konfirmasi
·         Tulis instruksi ataupun terapi dan jam diterimanya informasi di catatan terintegrasi berkas rekam medis oleh penerima informasi
·         Bacakan kembali nama dan tanggal lahir pasien oleh petugas kesehatan penerima informasi untuk verifikasi
·         Konfirmasi ulang kebenaran nama dan tangga lahir serta instruksi ataupun terapi pasien yang dibacakan kembali oleh petugas kesehatan penerima pesan.
·         Pemberi instruksi harus segera melengkapi dokumentasi verifikasi secara tertulis di catatan terintegrasi dalam kolom cap verifikasi komunikasi efektif dalam 1 x 24 jam
·         Untuk kata-kata yang sulit didengar, pemberi/penerima informasi/instruksi dapat mengeja alfabet agar tidak salah penafsiran sesuai International Phonetic Aphabet sebagai berikut:
·         Komunikasi serah terima pasien adalah proses pengalihan informasi dan tanggung jawab perawatan pasien dari satu petugas kesehatan ke petugas kesehatan lainnya, yang dapat terjadi pada kegiatan :
·         Sesama tenaga kesehatan : antar dokter, dari dokter ke tenaga kesehatan lainnya, atau antara tenaga kesehatan saat pergantian shift kerja
·         Antara unit perawatan: pasien rawat inap biasa pindah ke ICU, atau dari UGD ke ruang operasi
·         Dari ruang perawatan pasien ke departemen radiologi untuk uji diagnostic radiologi 
Situation:
‘dr. Ahmad, saya Ida, perawat Ruang Fresia 2, saat ini pasien dokter yaitu Ibu Lina dengan tanggal lahir 4 Oktober 1955 mengeluh sesak nafas”
Background:
“Pasien tersebut pasca operasi bedah digestif satu hari yang lalu. Riwayat penyakit jantung dan paru-paru tidak ada. Frekuensi napas 40 kali per menit dan saturasinya 70%.”
Assessment:
‘Suara nafasnya menurun di area dada kanan dengan adanya rasa nyeri”
Recommendation:
‘Saya rasa sebaiknya pasien harus ditangani segera. Apakah dokter akan datang ? Ataukan pasien perlu segera dipindahkan ke ICU ?”





























 (Sumber : Your High-Alert Medication List-Relatively Useless Without Associated Risk-Reduction Strategies. April, 2013. Newsletter.
   

Kesimpulan : 
Metode SBAR :
}  Komunikasi serah terima pasien adalah proses pengalihan informasi dan tanggung jawab perawatan pasien dari satu petugas kesehatan ke petugas kesehatan lainnya, yang dapat terjadi pada kegiatan :
}  Sesama tenaga kesehatan : antar dokter, dari dokter ke tenaga kesehatan lainnya, atau antara tenaga kesehatan saat pergantian shift kerja
}  Antara unit perawatan: pasien rawat inap biasa pindah ke ICU, atau dari UGD ke ruang operasi
Dari ruang perawatan pasien ke departemen radiologi untuk uji diagnostic radiologi
                                Metode Tbak:
}  Tulis instruksi ataupun terapi dan jam diterimanya informasi di catatan terintegrasi berkas rekam medis oleh penerima informasi
}  Bacakan kembali nama dan tanggal lahir pasien oleh petugas kesehatan penerima informasi untuk verifikasi
}  Konfirmasi ulang kebenaran nama dan tangga lahir serta instruksi ataupun terapi pasien yang dibacakan kembali oleh petugas kesehatan penerima pesan.
}  Pemberi instruksi harus segera melengkapi dokumentasi verifikasi secara tertulis di catatan terintegrasi dalam kolom cap verifikasi komunikasi efektif dalam 1 x 24 jam

2.       Bagaimana upaya untuk menurunkan resiko infeksi dirumah sakit?

a.       Menurut lylla
b.      Menurut zeyyin
NO
KELAS TERAPI
NAMA OBAT 
1.
Elektrolit pekat
Kalium klorida 7,46 %, natrium klorida 3 %
2.
Elektrolit
Natrium bikarbonat 8,4% 25 ml
3.
Anestetik umum (inhalasi dan IV)
Desflurane, propofol, sevofluran
4.
Obat yang mempengaruhi darah
Anti trombin III, ateplase, enoksaparin natrium, fondaparinux, heparin natrium
5.
Antidiabetik parenteral
Insulin
6.
Vasokonstriktor
Epinefrin, norepinefrin bitartrat
7.
Penghambat neuromuscular
Atrakurium besilat, pankuronium bromide



3.       Upaya untuk menurunkan risiko cidera dirumah sakit?
a.       Menurut kukuh
·         Peningkatan daya tahan penjamu, dapat  pemberian imunisasi aktif (contoh vaksinasi hepatitis B), atau pemberian imunisasi pasif (imunoglobulin). Promosi kesehatan secara umum termasuk nutrisi yang adekuat akan meningkatkan daya tahan tubuh.
·         Inaktivasi agen penyebab infeksi, dapat dilakukan  metode fisik maupun kimiawi. Contoh metode fisik adalah pemanasan (pasteurisasi atau sterilisasi) dan memasak makanan seperlunya. Metode kimiawi termasuk klorinasi air, disinfeksi.
·         Memutus mata rantai penularan. Merupakan hal yang paling mudah untuk mencegah penularan penyakit infeksi, tetapi hasilnya bergantung kepeda ketaatan petugas dalam melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan.
·         Tindakan pencegahan paska pajanan (“Post Exposure Prophylaxis”/PEP) terhadap petugas kesehatan. Berkaitan  pencegahan agen infeksi yang ditularkan melalui darah atau cairan tubuh lainnya, yang sering terjadi karena luka tusuk jarum bekas pakai atau pajanan lainnya. Penyakit yang perlu mendapatkan perhatian adalah hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV.
( sumber : Depkes RI bekerjasama dengan Perdalin. 2009. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasiltas Pelayanan Kesehatan Lainnya. SK Menkes No 382/Menkes/2007. Jakarta: Kemenkes RI)
b.      Menurut titin
a. Kebersihan tangan merupakan proses membersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air yang menghalir (hand wash) atau dengan menggunakan antiseptik berbasis alkohol (hand rub)
b. Semua orang yang berada di RS wajib menjaga dan melaksanakan kebersihan tangan
c. Rumah Sakit memfasilitasi sarana prasarana kebersihan tangan yang dibutuhkan
(sumber : Abdul Nasir, Abdul Muhith, M. Sajidin, Wahit Iqbal M. (2009). Komunikasi Dalam Keperawatan : Teori dan Aplikasi. Salemba Medika.Jakarta)
c.       Menurut iswari
Menggunakan APD, menerapkan etika batuk dan bersin.
Kesimpulan : untuk menggurangi resiko infeksi yaitu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan APD, dan menerapkan etika batuk.
                               

4.       Upaya untuk menurunkan risiko cidera dirumah sakit?
a.       menurut asrul:
·         Identifikasi pasien dengan tepat
·         Meningkatkan komunikasi efektif
·         Meningkatkan keamanan obat-obat dengan kewaspadaan tinggi
·         Memastikan benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien
·         Mengurangi resiko infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan
·         Mengurangi resiko bahaya akibat pasien jatuh
(sumber : 6 IPSG menurut JCI, 2011)
b.      Menurut zeyin
Upaya untuk  menurunkan resiko cedera dirumah sakit antara lain :
·          Penambahan tempat tidur yang mempunyai penghalang disamping tempat tidur.
·         Tersedia restrain dan alat dressing yang sesuai dengan jumlah pasien.
·          Obat-obatan (perawat melihat efek samping obat yang memungkinkan terjadinya jatuh dan cedera)
·          Perawat tanggap terhadap perubahan perilaku pasien.
·          Anjurkan klien menggunakan bel bila membutuhkan bantuan
·          Berikan alas kaki yang tidak licin
·          Jaga lantai kamar mandi agar tidak licin. 
·         Selain hal-hal tersebut ada juga sebuah pedoman yang bisa kita lakukan, caranya terlebih dahulu kita beri skor klien yaitu kita beri skor penilaian untuk setiap item, mulai dari usia sampai mobilitas. Bila sudah diakumulasi skornya baru kita lihat pedoman pencegahan pada pasien seperti berikut :
 Resiko Rendah (skor 0-5)
1)      Pastikan bel mudah dijangkau oleh pasien
2)      Roda tempat tidur dalam keadaan terkunci
3)      Posisikan tempat tidur pada posisi terendah
4)      Pagar pengaman tempat tidur dinaikkan
Resiko Sedang (6-13)
1)      Lakukan senua pedoman pencegahan untuk resiko rendah
2)      Pasangkan gelang khusus (warna kuning) sebagai tanda pasien resiko jatuh
3)      Tempatkan tanda resiko pasien jatuh pada datar nama pasien (warna kuning)
4)      Beri tanda resiko pasien jatuh pada pint kamar pasien
 Resko Tinggi (>= 14)
1)      Lakukan semua pedoman pencegahan untuk resiko rendah dan sedang
2)      Kunjungi dan monitor pasien setiap satu jam
3)      Tempatkan pasien dikamar yang paling dekat dengan nurse station (jika memungkinkan
( sumber : DR. dr. Andry, M. M. (2011). Keselamatan Pasien Versi Standar Internasional.IPSG    (International Patient Safety Goal).Yogyakarta.)
c.       Menurut eva
·         Membiasakan pasien dengan lingkungan sekitarnya.
·         Menunjukkan pada pasien alat bantu panggilan darurat.
·         Posisikan alat bantu panggil darurat dalam jangkauan.
·         Posisikan barang-barang pribadi dalam jangkauan pasien.
·         Menyediakan pegangan tangan yang kokoh di kamar mandi, kamar dan lorong.
·         Posisikan sandaran tempat tidur rumah sakit di posisi rendah ketika pasien sedang beristirahat, dan posisikan sandaran tempat tidur yang nyaman ketika pasien tidak tidur.
·         Posisikan rem tempat tidur terkunci pada saat berada di bangsal rumah sakit.
·         Menjaga roda kursi roda di posisi terkunci ketika stasioner.
·         Gunakan alas kaki yang nyaman, baik, dan tepat pada pasien.
·         Gunakan lampu malam hari atau pencahayaan tambahan.
·         Kondisikan permukaan lantai bersih dan kering. Bersihkan semua tumpahan.
·         Kondisikan daerah perawatan pasien rapi.
·         Ikuti praktek yang aman ketika membantu pasien pada saat akan ke tempat tidur dan meninggalkan tempat tidur.
d.      Menurut iswari
·         Mengkaji/ pengkajian risiko jatuh
·         Penilaian ulang pada pasien
·         Penilaian pada pergantian shif
·         Penilaian pasien pada usia lanjut
Kesimpulan :
·         Penambahan tempat tidur yang mempunyai penghalang disamping tempat tidur.
·         Tersedia restrain dan alat dressing yang sesuai dengan jumlah pasien.
·          Obat-obatan (perawat melihat efek samping obat yang memungkinkan terjadinya jatuh dan cedera)
·          Perawat tanggap terhadap perubahan perilaku pasien.
·          Anjurkan klien menggunakan bel bila membutuhkan bantuan
·          Berikan alas kaki yang tidak licin
·          Jaga lantai kamar mandi agar tidak licin. 

5.       cara  menerapkan etika batuk ?
a.       menurut wahyu s
·         tutup hidung dan mulut anda dengan tisseu saat bersin atau batuk
·         Tutup hidung dan mulut anda dengan lengan anda bukan dengan telapak tangan, saat bersin atau batuk
·         Gunakan masker yang menutup hidung dan mulut
·         Buanglah tissue setelah digunakan ke tempat sampah
·         Cuci tangan anda segera dengan air mengalir dan sabun
( sumber : Yema wandari 2016- eprints.umpo.ac.id)
b.      Menurut zeyin

Kesimpulan:
a.       tutup hidung dan mulut anda dengan tisseu saat bersin atau batuk
b.      Tutup hidung dan mulut anda dengan lengan anda bukan dengan telapak tangan, saat bersin atau batuk
c.       Gunakan masker yang menutup hidung dan mulut
d.      Buanglah tissue setelah digunakan ke tempat sampah
e.      Cuci tangan anda segera dengan air mengalir dan sabun.



DAFTAR PUSTAKA
DR. dr. Andry, M. M. (2011). Keselamatan Pasien Versi Standar Internasional IPSG    (International Patient Safety Goal). Yogyakarta.
Your High-Alert Medication List-Relatively Useless Without Associated Risk-Reduction Strategies. April, 2013. Newsletter.
 Depkes RI bekerjasama dengan Perdalin. 2009. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasiltas Pelayanan Kesehatan Lainnya. SK Menkes No 382/Menkes/2007. Jakarta: Kemenkes RI
Abdul Nasir, Abdul Muhith, M. Sajidin, Wahit Iqbal M. (2009). Komunikasi Dalam Keperawatan : Teori dan Aplikasi. Salemba Medika.Jakarta
 DR. dr. Andry, M. M. (2011). Keselamatan Pasien Versi Standar Internasional.IPSG    (International Patient Safety Goal).Yogyakarta.







0 comments:

Post a Comment

 

berbagi pengetahuan tentang kesehatan Template by Ipietoon Cute Blog Design