Judul : Duuhh..
Insiden Keselamatan Pasien di RSku Cukup Tinggi!!!
Skenario
Pada
bulan Agustus 2016 tim KPRS RS Cepat Sehat melakukan rekapitulasi insiden
keselamatan pasien. Data menunjukkan bahwa telah terjadi insiden keselamatan
pasien yang cukup tinggi. Insiden keselamatan pasien banyak disebabkan pada
sasaran dalam menjaga kewaspadaan obat-obat high alert/LASA/NORUM dan
pelaksanaan komunikasi efektif melalui teknik SBAR dan TBAK yang dilakukan oleh
perawat. Selain itu juga disebabkan oleh banyaknya pasien beresiko yang tidak
terpasang gelang identitas. RS Cepat Sehat melalui Tim patient safety sedang
melakukan upaya besar dalam mengendalikan insiden keselamatan pasien ini dengan
cara mengontrol pelaksanaan eanam sasaran keselamatan pasien sesuai ketetapan
WHO dalam Internasional Patient Safety Goals (IPSG), Khususnya yang dilakukan
oleh perawat.
Keyword
1. pasien safety
2. obat-obatan high alert
Masalah
upaya
mengatasi insiden keselamatan pasien yang cukup tinggi
Step 1
Mencari Kata Sulit
1.
apa yang dimaksud “WHO”?
2.
apa yang dimaksud “SBAK dan TBAK”?
3.
apa yang dimaksud “NORUM”?
4.
apa yang dimaksud “LASA” ?
5.
apa yang dimaksud “IPSG” ?
6.
apa yang dimaksud “Rekapitulasi Insiden” ?
Jawaban :
1. WHO : oraganisasi
kesehatan di dunia yang menaungi kesehatan di dunia. (iswari)
2. SBAR dan TBAK
: teknik komunikasi efektif yang dilakukan petugas kesehatan dalam menyampaikan
kondisi pasien. SBAR (situation, background, assessment, rekomendation). ( ani)
3. NORUM : NORUM singkatan dari nama,
obart, rupa, ucapan dan mirip ( lylla )
4. LASA : obat yang beresiko tinggi
menyebabkan dampak yang tidak diinginkan ( titin)
Look a like : kelompok
obat yang mempunyai rupa mirip, sound a like : namanya mirip ( zeyyin)
5. IPSG : standard internasional
dirumah sakit yang mengutamakan keselamatan pasien. ( lylla)
6. Rekapitulasi insiden :data yang
dibuat untuk mengetahui jumlah dari insiden safety pasien. ( kukuh)
Rangkuman dari segala insiden yang diringkas lebih sederhana , jelas dan
padat. ( zeyyin )
Step 2
Mencari Masalah
1. If you nurse what do you do to give
patient safety? Kukuh
2. Bagaiman pelaksanan komunikasi
efektif dengan teknik SBAR dan TBAK?
Lylla
3. Apa dampak yang terjadi jika insiden
keselamtan pasien dalam menjaga kewaspadaan obat-obat high alert/LASA/NORUM
kurang terkontrol? Asrul
4. Apa yang menyebabkan terjadinya
insiden keselamatan pada pasien? titin
5. Apa standar keamanan pasien dirumah
sakit? Tya
6. Apa tujuan dilakukan pasien safety ?
ani
7. Apa pelaksanan 6 sasaran keselamatan
pasien sesuai ketetapan WHO dalam internasional patient safety goals? dyan
8. What type of incident? Iswari
9. Sebutakan obat-obat yang termasuk
high alert ? eva
10. Pengertian pasien safety? Rosy
11. Jenis kancing indentitas pada pasien
berrisiko? Hanifah
12. Bagaimana upaya untuk menurunkan
resiko infeksi dirumah sakit?
13. Upaya untuk menurunkan risiko cedera
dirumah sakit?
14. Macam-macam APD dan cara menerapkan etika batuk ?
Step 3
Menganalisis Masalah
1.
If you nurse what do you do to give patient
safety?
Iswari : Berikan pengarahan kepada pasien, posisi
pasien, pengetahuan.
Kesimpulan : memberi pengarahan kepada pasien,
mengatur posisi pasien seaman mungkin.
2. Bagaiman
pelaksanan komunikasi efektif dengan teknik SBAR dan TBAK?
Titin
: SBAR : komunikasi
serah terima pasien adalah proses pengalihan informasi dan tanggung jawab
perawat pada pasien dari satu petugas kesehatan kepetugas kesehatan lainnya
Ani : SBAR : S : Keadaan pasien
B : latar belakangan
A :
pengkajian
R: penanganan
TBAK:
T: tulis hasil dari komunikasi SBAK
BA:
baca atau teliti kembali
K
: Konfirmasi tenanga kesehtan atau dokter yang bersangkutan
Kesimpulan :
·
SBAR adalah komunikasi efektif yang digunakan
perawat untuk berkomunikasi dengan pasien maupun dengan tenaga medis lainya.
SBAR adalh singkatan dari situation, bacground, assessment dan recommendation.
·
TBaK singkatan dari tulis, baca kembali dan konfirmasi
ulang.
3. Apa dampak yang terjadi jika insiden
keselamtan pasien dalam menjaga kewaspadaan obat-obat high alert/LASA/NORUM
kurang terkontrol?
Kukuh : Dapat menyebabkan cedera
Ani : Jika terjadi insiden maka dapat
menyebabkan kematian, kelumpuhan atau sentinel event
Kesimpulan : jika
terjadi insiden makan akan berdampak buruk buat pasien seperti cidera, kematian
dan kelumpuhan.
4. Apa yang menyebabkan terjadinya
insiden keselamatan pada pasien?
Kukuh : Kurang edukasia pasien, unsur kelalaian
perawat
Iswari : Kurang edukasia pasien, unsur kelalaian perawat Kurang edukasi pasien, unsur kelalaian
perawat , juga dapat disebabkan oleh
kelalain pasien sendiri
Kesimpulan : insiden bisa terjadi
dikarenakan kelaian perawat dan kurang edukasi pada pasien.
5. Apa standar keamanan pasien dirumah
sakit?
Rosy:
·
Hak
pasien
·
Mendidik
pasien dan keluarga dirumah sakit
·
Keselamatan
pasien dalam kesinambungan pelayanan
·
Penggunaan
metode peningkatan kinerja melalui evaluasi dan kprogram keselamtan pasien
·
Mendidik
staf tentang keselamatan pasien
Kesimpulan :
·
Hak
pasien
·
Mendidik
pasien dan keluarga dirumah sakit
·
Keselamatan
pasien dalam kesinambungan pelayanan
·
Penggunaan
metode peningkatan kinerja melalui evaluasi dan kprogram keselamtan pasien
·
Mendidik
staf tentang keselamatan pasien
6. Apa tujuan dilakukan pasien safety ?
Hanifah : menurunkan
kejadian yang tidak diharapkan sehingga tidak terjadi pengulangan kejadian
yang sama. Mengurangi risiko cedera dan
jatuh.
Asrul : terciptanya
kebudayan keselamtan pasien ( asrul)
Lylla : meningkatjkan
akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien, terlaksanyanya program pencegahan
Kesimpulan : tujuan dilakukannya safety yaitu untuk mencegah hal-hal yang
tidak diharapkan seperti risiko jatuh dan infeksi pada pasien.
7. Apa pelaksanan 6 sasaran keselamatan
pasien sesuai ketetapan WHO dalam internasional patient safety goals?
Menurut titin:
·
Ketepatan
identitas pasien
·
Peningkatan
komunikasi efektif
·
Peningkatan
keamanan obat yang perlu diwaspadai ( high alert)
·
Kepastian
tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien oprasi
·
Pengurangan
infeksi terkait, pelayanan kesehatan
·
Pengurangan
resiko pasien jatuh
Kesimpulan :
·
Ketepatan
identitas pasien
·
Peningkatan
komunikasi efektif
·
Peningkatan
keamanan obat yang perlu diwaspadai ( high alert)
·
Kepastian
tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien oprasi
·
Pengurangan
infeksi terkait, pelayanan kesehatan
·
Pengurangan
resiko pasien jatuh
8. What type of incident?
Menurut wahyu s:
·
Kejadian
sentinel : kejadian yang menyebabkan kematian
·
Kejadian
tidak harapkan : kejadian yang menyebabkan cedera
·
Kejadian
tidak cedera : kejadian sudah terpapar kepasien tapi tidak cedera
·
Kejadian
nyaris cedera : kejadian yang belum terpapar kepasien
·
Kondisi
potensian cedera : menimbulkan cedera tapi belum terjadi
Kesimpulan :
·
Kejadian
sentinel : kejadian yang menyebabkan kematian
·
Kejadian
tidak harapkan : kejadian yang menyebabkan cedera
·
Kejadian
tidak cedera : kejadian sudah terpapar kepasien tapi tidak cedera
·
Kejadian
nyaris cedera : kejadian yang belum terpapar kepasien
·
Kondisi
potensian cedera : menimbulkan cedera tapi belum terjadi
9. Sebutakan
obat-obat yang termasuk high alert ?
menurut zeyyin:
·
Busulfan
·
Pendidin
·
Ketamin
Kesimpulan :
·
Busulfan
·
Pendidin
·
Ketamin
10. Pengertian pasien safety?
Eva : Suatu sistem yang
membuat pasien safety menjadi lebih aman
Kesimpulan : safety adalah
tindakan yang dilakukan untuk menciptakan keamanan pada pasien agar tidak
terjadi insiden.
11. Jenis gelang indentitas pada pasien
berrisiko?
Dyan : Merah : alergi
Kuning
: risiko jatuh
Ungu
: DNR
Abu-abu
: pasien dengan pemasangan implant radioaktif
Putih
: keterbatasan ekstremitas
Kesimpulan :
Merah
: alergi
Kuning
: risiko jatuh
Ungu
: DNR
Abu-abu
: pasien dengan pemasangan implant radioaktif
Putih
: keterbatasan ekstremitas
12.
Bagaimana upaya untuk menurunkan resiko infeksi
dirumah sakit?
Iswari : Menerapkan 6 sasaran, tapi lebih ditekankan kesasaran nomor 5.
Ani : Mencuci tangan,
APD
Kesimpulan : untuk menurunkan risiko infeksi yaitu dengan menggunakan 6
sasaan, mencuci tangan dan APD.
13.
Upayauntuk menurunkan risiko cedera dirumah
sakit?
Kukuh : Resiko jatuh :
pengaman bad dipasang, bad dikunci, saat dikamar mandi pasien membutuhkan
dampingan
Kesimpulan :untuk menurunkan risiko cedera dengan memberikan dengan
memberikan keamanan untuk pasien dan memberi edukasi pasa pasien.
14.
Macam-macam
APD dan cara menerapkan etika batuk ?
Ani : Macam-macam APD:
kacamata, sepatu, apron, masker, handscoon, penutup kepala Menerapkan etika
batuk :
Kesimpulan
: macam-macam APD yaitu kacamta, masker. Handscoon dan penutup kepala.
Step 4
Step 5
Menentukan LI
1.
Bagaiman pelaksanan komunikasi efektif dengan
teknik SBAR dan TBAK?
2.
Sebutakan obat-obat yang termasuk high alert ?
3.
Bagaimana upaya untuk menurunkan resiko infeksi
dirumah sakit?
4.
Upaya untuk menurunkan risiko cidera dirumah
sakit?
5.
cara
menerapkan etika batuk ?
Step 6
Belajar
mandiri
Step 7
Menjawab
learning issues
1.
Bagaiman pelaksanan komunikasi efektif dengan
teknik SBAR dan TBAK?
a.
Menurut
iswari
METODE SBAR:
Situations, Background, Assessment, Recomendation
} Komunikasi serah terima pasien adalah
proses pengalihan informasi dan tanggung jawab perawatan pasien dari satu
petugas kesehatan ke petugas kesehatan lainnya, yang dapat terjadi pada
kegiatan :
} Sesama tenaga kesehatan : antar
dokter, dari dokter ke tenaga kesehatan lainnya, atau antara tenaga kesehatan
saat pergantian shift kerja
} Antara unit perawatan: pasien rawat
inap biasa pindah ke ICU, atau dari UGD ke ruang operasi
} Dari ruang perawatan pasien ke
departemen radiologi untuk uji diagnostic radiologi
Tabel Komunikasi dengan Metode SBAR
Situation:
‘dr. Ahmad, saya
Ida, perawat Ruang Fresia 2, saat ini pasien dokter yaitu Ibu Lina dengan
tanggal lahir 4 Oktober 1955 mengeluh sesak nafas”
|
Background:
“Pasien tersebut pasca operasi bedah digestif satu hari yang lalu.
Riwayat penyakit jantung dan paru-paru tidak ada. Frekuensi napas 40 kali per
menit dan saturasinya 70%.”
|
Assessment:
‘Suara nafasnya menurun di area dada kanan dengan adanya rasa nyeri”
|
Recommendation:
‘Saya rasa sebaiknya pasien
harus ditangani segera. Apakah dokter akan datang ? Ataukan pasien perlu
segera dipindahkan ke ICU ?”
|
Metode TbaK: Tulis,
Bacakan dan Konfirmasi
} Tulis instruksi ataupun terapi dan jam diterimanya
informasi di catatan terintegrasi berkas rekam medis oleh penerima informasi
} Bacakan kembali nama dan tanggal lahir pasien oleh petugas
kesehatan penerima informasi untuk verifikasi
} Konfirmasi ulang kebenaran nama dan tangga lahir serta
instruksi ataupun terapi pasien yang dibacakan kembali oleh petugas kesehatan
penerima pesan.
} Pemberi instruksi harus segera
melengkapi dokumentasi verifikasi secara tertulis di catatan terintegrasi dalam
kolom cap verifikasi komunikasi efektif dalam 1 x 24 jam
Untuk kata-kata yang sulit
didengar, pemberi/penerima informasi/instruksi dapat mengeja alfabet agar tidak
salah penafsiran sesuai International Phonetic Aphabet
(sumber
: DR. dr. Andry, M. M. (2011). Keselamatan Pasien Versi Standar Internasional
IPSG (International Patient Safety Goal). Yogyakarta.
b. Menurut
lylla
Metode TbaK: Tulis, Bacakan dan Konfirmasi
·
Tulis instruksi ataupun terapi dan jam diterimanya
informasi di catatan terintegrasi berkas rekam medis oleh penerima informasi
·
Bacakan kembali nama dan tanggal lahir pasien oleh
petugas kesehatan penerima informasi untuk verifikasi
·
Konfirmasi ulang kebenaran nama dan tangga lahir
serta instruksi ataupun terapi pasien yang dibacakan kembali oleh petugas
kesehatan penerima pesan.
·
Pemberi instruksi
harus segera melengkapi dokumentasi verifikasi secara tertulis di catatan
terintegrasi dalam kolom cap verifikasi komunikasi efektif dalam 1 x 24 jam
·
Untuk kata-kata yang
sulit didengar, pemberi/penerima informasi/instruksi dapat mengeja alfabet agar
tidak salah penafsiran sesuai International Phonetic Aphabet sebagai
berikut:
·
Komunikasi serah
terima pasien adalah proses pengalihan informasi dan tanggung jawab perawatan
pasien dari satu petugas kesehatan ke petugas kesehatan lainnya, yang dapat
terjadi pada kegiatan :
·
Sesama tenaga
kesehatan : antar dokter, dari dokter ke tenaga kesehatan lainnya, atau antara
tenaga kesehatan saat pergantian shift kerja
·
Antara unit
perawatan: pasien rawat inap biasa pindah ke ICU, atau dari UGD ke ruang
operasi
·
Dari ruang perawatan
pasien ke departemen radiologi untuk uji diagnostic radiologi
Situation:
‘dr. Ahmad, saya Ida,
perawat Ruang Fresia 2, saat ini pasien dokter yaitu Ibu Lina dengan tanggal
lahir 4 Oktober 1955 mengeluh sesak nafas”
|
Background:
“Pasien tersebut pasca
operasi bedah digestif satu hari yang lalu. Riwayat penyakit jantung dan
paru-paru tidak ada. Frekuensi napas 40 kali per menit dan saturasinya 70%.”
|
Assessment:
‘Suara nafasnya menurun di
area dada kanan dengan adanya rasa nyeri”
|
Recommendation:
‘Saya rasa sebaiknya pasien
harus ditangani segera. Apakah dokter akan datang ? Ataukan pasien perlu
segera dipindahkan ke ICU ?”
|
(Sumber : Your High-Alert Medication List-Relatively Useless Without Associated Risk-Reduction Strategies. April, 2013. Newsletter.
Kesimpulan :
Metode SBAR
:
} Komunikasi serah terima pasien adalah
proses pengalihan informasi dan tanggung jawab perawatan pasien dari satu
petugas kesehatan ke petugas kesehatan lainnya, yang dapat terjadi pada
kegiatan :
} Sesama tenaga kesehatan : antar
dokter, dari dokter ke tenaga kesehatan lainnya, atau antara tenaga kesehatan
saat pergantian shift kerja
} Antara unit perawatan: pasien rawat
inap biasa pindah ke ICU, atau dari UGD ke ruang operasi
Dari ruang perawatan
pasien ke departemen radiologi untuk uji diagnostic radiologi
Metode
Tbak:
} Tulis instruksi ataupun terapi dan jam diterimanya
informasi di catatan terintegrasi berkas rekam medis oleh penerima informasi
} Bacakan kembali nama dan tanggal lahir pasien oleh petugas
kesehatan penerima informasi untuk verifikasi
} Konfirmasi ulang kebenaran nama dan tangga lahir serta
instruksi ataupun terapi pasien yang dibacakan kembali oleh petugas kesehatan
penerima pesan.
} Pemberi instruksi harus segera
melengkapi dokumentasi verifikasi secara tertulis di catatan terintegrasi dalam
kolom cap verifikasi komunikasi efektif dalam 1 x 24 jam
2.
Bagaimana upaya untuk menurunkan resiko infeksi
dirumah sakit?
a.
Menurut
lylla
b.
Menurut
zeyyin
NO
|
KELAS TERAPI
|
NAMA OBAT
|
1.
|
Elektrolit pekat
|
Kalium klorida 7,46
%, natrium klorida 3 %
|
2.
|
Elektrolit
|
Natrium bikarbonat
8,4% 25 ml
|
3.
|
Anestetik umum
(inhalasi dan IV)
|
Desflurane, propofol,
sevofluran
|
4.
|
Obat yang
mempengaruhi darah
|
Anti trombin III,
ateplase, enoksaparin natrium, fondaparinux, heparin natrium
|
5.
|
Antidiabetik
parenteral
|
Insulin
|
6.
|
Vasokonstriktor
|
Epinefrin,
norepinefrin bitartrat
|
7.
|
Penghambat neuromuscular
|
Atrakurium besilat,
pankuronium bromide
|
3.
Upaya untuk menurunkan risiko cidera dirumah
sakit?
a.
Menurut
kukuh
·
Peningkatan
daya tahan penjamu, dapat pemberian imunisasi aktif (contoh vaksinasi
hepatitis B), atau pemberian imunisasi pasif (imunoglobulin). Promosi kesehatan
secara umum termasuk nutrisi yang adekuat akan meningkatkan daya tahan tubuh.
·
Inaktivasi
agen penyebab infeksi, dapat dilakukan metode fisik maupun kimiawi.
Contoh metode fisik adalah pemanasan (pasteurisasi atau sterilisasi) dan
memasak makanan seperlunya. Metode kimiawi termasuk klorinasi air, disinfeksi.
·
Memutus
mata rantai penularan. Merupakan hal yang paling mudah untuk mencegah penularan
penyakit infeksi, tetapi hasilnya bergantung kepeda ketaatan petugas dalam
melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan.
·
Tindakan
pencegahan paska pajanan (“Post Exposure Prophylaxis”/PEP) terhadap
petugas kesehatan. Berkaitan pencegahan agen infeksi yang ditularkan
melalui darah atau cairan tubuh lainnya, yang sering terjadi karena luka tusuk
jarum bekas pakai atau pajanan lainnya. Penyakit yang perlu mendapatkan
perhatian adalah hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV.
( sumber : Depkes RI
bekerjasama dengan Perdalin. 2009. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi di Rumah Sakit dan Fasiltas Pelayanan Kesehatan Lainnya. SK Menkes
No 382/Menkes/2007. Jakarta: Kemenkes RI)
b.
Menurut
titin
a. Kebersihan tangan
merupakan proses membersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air yang
menghalir (hand wash) atau dengan menggunakan antiseptik berbasis alkohol (hand
rub)
b. Semua orang yang berada di RS wajib menjaga dan melaksanakan kebersihan tangan
c. Rumah Sakit memfasilitasi sarana prasarana kebersihan tangan yang dibutuhkan
b. Semua orang yang berada di RS wajib menjaga dan melaksanakan kebersihan tangan
c. Rumah Sakit memfasilitasi sarana prasarana kebersihan tangan yang dibutuhkan
(sumber : Abdul Nasir,
Abdul Muhith, M. Sajidin, Wahit Iqbal M. (2009). Komunikasi Dalam Keperawatan : Teori dan
Aplikasi. Salemba Medika.Jakarta)
c.
Menurut
iswari
Menggunakan APD, menerapkan etika
batuk dan bersin.
Kesimpulan : untuk menggurangi resiko infeksi yaitu
mencuci tangan dengan sabun, menggunakan APD, dan menerapkan etika batuk.
a.
menurut
asrul:
·
Identifikasi
pasien dengan tepat
·
Meningkatkan
komunikasi efektif
·
Meningkatkan
keamanan obat-obat dengan kewaspadaan tinggi
·
Memastikan
benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien
·
Mengurangi
resiko infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan
·
Mengurangi
resiko bahaya akibat pasien jatuh
(sumber : 6 IPSG menurut
JCI, 2011)
b.
Menurut
zeyin
Upaya untuk menurunkan resiko
cedera dirumah sakit antara lain :
·
Penambahan tempat tidur yang mempunyai
penghalang disamping tempat tidur.
·
Tersedia restrain dan alat dressing yang sesuai
dengan jumlah pasien.
·
Obat-obatan (perawat melihat efek samping obat
yang memungkinkan terjadinya jatuh dan cedera)
·
Perawat
tanggap terhadap perubahan perilaku pasien.
·
Anjurkan
klien menggunakan bel bila membutuhkan bantuan
·
Berikan
alas kaki yang tidak licin
·
Jaga
lantai kamar mandi agar tidak licin.
·
Selain hal-hal tersebut ada juga sebuah pedoman
yang bisa kita lakukan, caranya terlebih dahulu kita beri skor klien yaitu kita
beri skor penilaian untuk setiap item, mulai dari usia sampai mobilitas. Bila
sudah diakumulasi skornya baru kita lihat pedoman pencegahan pada pasien
seperti berikut :
Resiko Rendah (skor 0-5)
1) Pastikan bel mudah dijangkau oleh
pasien
2) Roda tempat tidur dalam keadaan
terkunci
3) Posisikan tempat tidur pada posisi
terendah
4) Pagar pengaman tempat tidur dinaikkan
Resiko Sedang (6-13)
1) Lakukan senua pedoman pencegahan untuk
resiko rendah
2) Pasangkan gelang khusus (warna kuning)
sebagai tanda pasien resiko jatuh
3) Tempatkan tanda resiko pasien jatuh
pada datar nama pasien (warna kuning)
4) Beri tanda resiko pasien jatuh pada
pint kamar pasien
Resko Tinggi (>= 14)
1) Lakukan semua pedoman pencegahan untuk
resiko rendah dan sedang
2) Kunjungi dan monitor pasien setiap satu
jam
3) Tempatkan pasien dikamar yang paling
dekat dengan nurse station (jika memungkinkan
( sumber : DR.
dr. Andry, M. M. (2011). Keselamatan Pasien Versi Standar
Internasional.IPSG (International Patient Safety Goal).Yogyakarta.)
c.
Menurut
eva
·
Membiasakan
pasien dengan lingkungan sekitarnya.
·
Menunjukkan
pada pasien alat bantu panggilan darurat.
·
Posisikan
alat bantu panggil darurat dalam jangkauan.
·
Posisikan
barang-barang pribadi dalam jangkauan pasien.
·
Menyediakan
pegangan tangan yang kokoh di kamar mandi, kamar dan lorong.
·
Posisikan
sandaran tempat tidur rumah sakit di posisi rendah ketika pasien sedang
beristirahat, dan posisikan sandaran tempat tidur yang nyaman ketika pasien
tidak tidur.
·
Posisikan
rem tempat tidur terkunci pada saat berada di bangsal rumah sakit.
·
Menjaga
roda kursi roda di posisi terkunci ketika stasioner.
·
Gunakan
alas kaki yang nyaman, baik, dan tepat pada pasien.
·
Gunakan
lampu malam hari atau pencahayaan tambahan.
·
Kondisikan
permukaan lantai bersih dan kering. Bersihkan semua tumpahan.
·
Kondisikan
daerah perawatan pasien rapi.
·
Ikuti
praktek yang aman ketika membantu pasien pada saat akan ke tempat tidur dan
meninggalkan tempat tidur.
d.
Menurut
iswari
·
Mengkaji/
pengkajian risiko jatuh
·
Penilaian
ulang pada pasien
·
Penilaian
pada pergantian shif
·
Penilaian
pasien pada usia lanjut
Kesimpulan :
·
Penambahan tempat tidur yang mempunyai
penghalang disamping tempat tidur.
·
Tersedia restrain dan alat dressing yang sesuai
dengan jumlah pasien.
·
Obat-obatan (perawat melihat efek samping obat
yang memungkinkan terjadinya jatuh dan cedera)
·
Perawat
tanggap terhadap perubahan perilaku pasien.
·
Anjurkan
klien menggunakan bel bila membutuhkan bantuan
·
Berikan
alas kaki yang tidak licin
·
Jaga
lantai kamar mandi agar tidak licin.
5.
cara
menerapkan etika batuk ?
a.
menurut
wahyu s
·
tutup
hidung dan mulut anda dengan tisseu saat bersin atau batuk
·
Tutup
hidung dan mulut anda dengan lengan anda bukan dengan telapak tangan, saat
bersin atau batuk
·
Gunakan
masker yang menutup hidung dan mulut
·
Buanglah
tissue setelah digunakan ke tempat sampah
·
Cuci
tangan anda segera dengan air mengalir dan sabun
( sumber : Yema wandari
2016- eprints.umpo.ac.id)
b.
Menurut
zeyin
Kesimpulan:
a.
tutup
hidung dan mulut anda dengan tisseu saat bersin atau batuk
b.
Tutup
hidung dan mulut anda dengan lengan anda bukan dengan telapak tangan, saat
bersin atau batuk
c.
Gunakan
masker yang menutup hidung dan mulut
d.
Buanglah
tissue setelah digunakan ke tempat sampah
e.
Cuci
tangan anda segera dengan air mengalir dan sabun.
DAFTAR
PUSTAKA
DR. dr.
Andry, M. M. (2011). Keselamatan Pasien Versi Standar Internasional
IPSG (International Patient Safety Goal). Yogyakarta.
Your High-Alert Medication List-Relatively Useless
Without Associated Risk-Reduction Strategies. April, 2013. Newsletter.
Depkes RI bekerjasama dengan
Perdalin. 2009. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
dan Fasiltas Pelayanan Kesehatan Lainnya. SK Menkes No 382/Menkes/2007.
Jakarta: Kemenkes RI
Abdul Nasir, Abdul Muhith, M. Sajidin,
Wahit Iqbal M. (2009). Komunikasi Dalam Keperawatan : Teori dan Aplikasi. Salemba
Medika.Jakarta
DR. dr.
Andry, M. M. (2011). Keselamatan Pasien Versi Standar
Internasional.IPSG (International Patient Safety Goal).Yogyakarta.

0 comments:
Post a Comment